Posted by : Claire-tsuki
Wednesday, July 15, 2015
Entah hayati(note : penulis blog ini) kesambet apa tiba2 pingin ngeblog, padalah dah hampir 1,5 tahun gak aktif. Itupun aktif cuma buat tugas TIK. Anyways, akhirnya hayati lulus SMA (yeeeiii!!) dengan nilai yang biasa-biasa saja. Tapi lulus SMA bukanlah garis finish untuk hayati ini, karena SNMPTN 2015 hayati gak lulus (ya iyalah, suruh siapa milih jurusan dengan peminat yg luar binasa banyak). Hayati milih Tek. Metallurgi dan Material UI ( bukan musik metal ) sebagai pilihan pertama Kimia UI pilihan kedua dan Kimia Unair pilihan ketiga. Alasan milih jurusan? karena senpai kakak kelas yg kemaren lulus disana, ya cuma itu. Tentu saja hayati enggak lulus, sertifikat aja gak punya apalagi sekolah hayati bukan sekolah terkenal.
Oke, intinya hayati gak lulus SNMPTN dan nyoba beberapa jalur yang lain. Jalur yang paling pertama hayati pilih itu PPA BCA. Temen-temen hayati ada yang kesel karena sebelumnya hayati gak ngumumin kalo ada tes yg satu ini (but its their own fault for not looking for neccessary information), yah dan mereka gak deket ato pernah nanya tentang itu ke hayati so....
Kembali ke topik awal, hayati gak lulus di PPA BCA. Hayati belum juga nyerah, papa hayati pengen hayati sekolah di kedinasan biar setelah lulus hayati langsung punya kerja. Akhirnya hayati ikut tes STIS, dan hayati baru tau dari 200.000 peserta yang tes di Surabaya yang lolos katanya temen hayati dari MAN 3 Malang cuma 8. CUMA 8 SAUDARA-SAUDARA! entah ini berita bo'ong ato enggak hayati gak ngerti.
Dua tes yang tadi itu sebelum pengumuman SNMPTN jadi setiap tes hayati selalu berkata " Ah, nyantai kan masih ada SNMPTN.". tetapi setlah tau hayati gak lulus hayati terpukul, ya terpukul oleh keaadaan, apalagi pas pengumuman hayati baru pulang dari tes STIS dan nginep di rumah saudara yang kebetulan dia keterima di UB (selamat ya mbak diah) Agroekoteknologi. Malemnya dirumah saudara ane kena ceramahan dari mama karena gak milih jurusan yang realistis. Akhirnya hayati disuruh milih jurusan yang kayak mbak diah, Agroekoteknologi. Awalnya hayati cuma bisa melongo, hayati gak ngerti itu jurusan belajar apa ato ngapain aja. Hayati taunya jurusan itu penuh dengan biologi, pelajaran yang hayati paling gak bisa.
But anyways, seiring waktu berjalan hayati mulai suka biologi gara2 guru bio hayati yang pengertian namanya Bu Yayuk. Pas pendaleman UN, Bu Yayuk ngerti kalo modul yang dikasih sekolah itu jarang masuk soal UN dan nak2 sendiri gak tahu mereka gak ngerti dimana (?) akhirnya kita cuma disuruh ngerjain soal secara mandiri dan menanyakan soal jika memang gak tau. Dan guru hayati yang satu ini berhasil membuat hayati mengerti sedikit ttg biologi. Bu Yayuk bisa menerangkan dengan jelas dan mengaplikasikannya di dunia nyata, terima kasih bu.
Setelah UN berakhir hayati belum bisa leyeh2an. Masih ada bimbel menanti. Karena bekal dari guru hayati yang tadi, hayati mulai suka biologi. Tapi sayangnya guru bio di bimbel hayati bukanlah orang seperti Bu Yayuk, hayati down lagi. Untung hayati kenalan sama anak SMP yg pinter bio, namanya Ragatama. Katanya dia pernah ikut OSN bio di UI, meskipun gak menang. Well, tapi ilmunya melebihi hayati yang udah lulus SMA, dia pinter bgt cuy! Dia bisa memberikan wawasan baru untuk hayati. Setelah temenan sama dia hayati mulai tertarik lagi sama bio. Dan apa dasar dia pengen belajar bio sampe kena OSN? MONEY! Ya, meskipun masih kecil, adik smp itu bisa dibilang sangat realistis. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk dapet beasiswa dan uang dari OSN, mungkin ada masalah sama keluarganya karena kakaknya yang teman SD hayati masuk SMK jurusan tata boga (Yum!).
Setelah pengumuman SNMPTN hayati bener2 trauma, hayatai sama Epou (nama disamarkan) sahabat hayati yang paling rajin bener2 belajar. NOTE: selama 3 taun SMA baru kali ini hayati bener2 belajar, sebelumnya cuma nonton anime doang. Akhirnya ketika milih jurusan SBMPTN hayati teringat kata mama untuk realistis, tapi hayati tetep pengen sekolah di UI karena ada senpai. Akhirnya hayati milih jurusan sesuai dengan hasil try out, pilihan pertama Teknologi Bioproses UI, kedua Agroekoteknologi UB, pilihan ketiga hayati lupa. Sementara sahabat hayati si Epou demen banget sama Teknik dan Kimia, akhirnya dia milih Teknik Kimia ITS sbg pilihan pertama, Kimia ITS pilihan kedua, dan pilihan ketiga dia gak milih. Iyaps dia gak milih, hayati baru di beritau kalo dia gak milih sehabis dia konfirmasi yg artinya gak bisa dirubah lagi. Padahal meski gak minat pilihan ketiga tetep harus diisi, karena siapa tahu kena. Dan kalau memang masih gak minat taun depan masih bisa nyoba SBMPTN lagi kan? Memang kita kehilanan uang, waktu serta pikiran, tapi janan lupa dibalik itu ada pengalaman baru yang kita dapatkan.
Memang agak beda dari buku 'Waspada Jacket Syndrome' (BTW ini buku bagus untuk anak kelas 3 SMA yang mau ngelanjutin kuliah!). Tapi menurut hayati pengalaman itu juga berharga, meski disitu pengarang menyesal telah kuliah di jurusan yang dia pilih, tapi pada akhirnya pengarang bisa buka bisnis, punya temen dan punya pengalaman yang bisa dibikin buku! So its not entirely waste of time and money! But thats only my opinion. Ini mungkin tidak berlaku bagi orang lain, yang lebih pinter dan beruntung daripada hayati (termasuk senpai).
Anyways, akhirnya hayati tes SBMPTN tanggal 9 Juli dan besoknya ngambil tes buta warna untuk daftar PMDK-PN. Sebelumnya hayati gak mau sama tes PMDK-PN soalnya waktunya berdekatan sama SIMAK UI (hari sabtu PMDK-PN di Malang terus hari minggunya SIMAK UI di Surabaya, kebayang capeknya untuk orang yang gak pernah keluaran kayak hayati ini) , tapi karena disuruh mama akhirnya hayati ikut. Tapi hayati pilih jurusannya ngawur! Sebetulnya bukan karena gak sempat, tapi hayati dah males mau nyari2 lagi.
Untungnya tes2 tadi cuma mepet ramadhan, gak pas waktu ramadhannya. Awalnya hayati pengen ikut UM desainnya ITS, pengennya sih DKV soalnya hayati hobby gambar. Tapi setelah hayati baca pengumumannya dan hayati cari tau DKV dari internet dan kakak hayati (tapi dah keluar dari DKV dan milih STAN di tahun keduanya) hayati jadi sadar kalo hobby gambar hayati hanyalah sekedar hobby, mungkin bisa untuk dijadikan pekerjaan tapi hayati pengen hobby tetap menjadi hal yang menyenagkan, dan gak terpaksa. PLUS TESNYA PAS BULAN RAMADHAN! Hayati gak bisa ngerjain tes dan gambar dengan perut kelaparan.
Selama bulan ramadhan pikiran hayati kayak tulisan ini, AMBURADUL! Hayati bener2 nervous, ya apalagi ngeliat soal yang sedikit berbeda dari tahun2 sebelumnya ( u'll know when u see it), meski daftar mandiri di UM dan milih jurusan IPS! hayati bener2 tutup buka dan berkubang di kamar sambil nonton anime! Yeps, jadi kayak hikkikomori apalagi pas bulan ramadhan hayati sudah menjadi NEET karena udah lulus SMA dan belum diterima di mana pun.
Tapi alhamdullilah pas tanggal 27 temen hayati ngabarin kalo hayati diterima di Polinema
Akhirnya polinema terpaksa hayati lepas, bukan maksud menyia-nyiakan kesempatan apalagi meremehkan jurusannya tapi hayati cuma gak tega minta ke mama 10 juta pas awal mulai, ditambah lagi mama masih mau pindah ngajar bentar lagi jadi masih banyak pikiran. Pas bukber bareng temen kelas, banyak yang menyayangkan keputusan hayati untuk melepas polinema, sampe temen hayati ada yang bilang " Gimana kalo ternyata takdir kamu ada disana?" Glek! Hayati cuma bisa nelen ludah. Dan mental hayati mulai turn pas tau kalo hayati gak lulus beasiswa MEXT ke Jepang, yang merupakan cita2 hayati semenjak SMP
Pas bukber satu angkatan SMP, ane ketemu Epou. Katanya dia gak keterima di polinema, padahal dia udah yakin bgt soalnya soal yang diujikan mirip dengan soal UN. Ketika hayati tanya ternyata dia cuma ngisi pilihan pertama dan kedua, pilihan ketida dan empat gak diisi karena dia gak minat yang lainnya. Terus habisnya bukber satu angkatan, hayati cabe-cabean sama Epou, guru bimbel fisika dan temen dari sekolah yang berbeda serta adik kelanya yang katanya dulu kenal hayati pas SMP. Jujur, hayati lupa sama dia tapi katanya dulu dia deket banget sama hayati
Tapi yang bikin hayati kaget adalah Epou gak keterima di SBMPTN. Ya, hayati bener2 kaget. Apalagi kalo tau perjuangannya Epou pas lagi bimbel, benar2 besar dedikasinya untuk belajar dan membantu teman2 sekelasnya memilih jurusan! Hayati gak tau harus ngomong apa, akhirnya cuma bisa bilang jangan menyerah. Padahal hayati tau perjuangannya Epou beratnya seperti apa. Ya antara senang sudah diterima, dan sedih karena sahabat hayati gak keterima. Duuuh, andaikan hayati bisa melakukan sesuatu.....
Empat hari kemudian, hayati dapat berita kalau pengumuman SIMAK UI dipercepat, dan akan diumumkan hari itu juga jam 5! Dag dig dug! Sebenarnya hayati yakin udah gak bakal keterima di SIMAK UI melihat tingkat kepandaian hayati dan soal yang di ujikan bagaikan bumi dan langit. Tapi tetep aja hayati sedih ngelihat hasilnya, hayati berasa menjadi orang yang gak berguna di muka bumi, bukan berkasud lebay tapi itu yang hayati rasakan. Apalagi kalo inget mama sama papa yang nganterin pas waktu ujian
Akhirnya hayati meneguhkan diri untuk menerima keadaan, meski gak sesuai dengan impian pasti masih ada jalan di masa depan. Ini hanyalah cerita seorang hayati yang gak pandai dan tidak memiliki keberuntungan yang tinggi
- Home>
- beasiswa MEXT , Daily , PPA BCA , review , SBMPTN , SNMPTN , STIS , warning : tulisan ancur! , Waspada Jacket Syndrome >
- Tempat Baru, Awal Baru (?)
